Ayo, Dukung Program Penanganan ATS di Pemalang, Bupati Telah Canangkan Gerakan “Njuh Sekolah Maning”

Pemalang Jateng, [MR] – Sebagai bentuk dukungan penanganan Anak Tidak Sekolah [ATS] di Kabupaten Pemalang, Bupati Mukti Agung Wibowo, pada Selasa, [25/1/2022], telah mencanangkan gerakan “Njuh Sekolah Maning ” di pendopo rumah dinas bupati.
Sàat pencanangan, Bupati Agung mengatakan, penanganan ATS sudah menjadi komitmen pemerintah Kabupaten Pemalang. Komitmen ini dibuktikan dengan dimasukannya penanganan ATS ke dalam isu strategis RPJMD [Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah] Kabupaten Pemalang, periode 2021-2026.
Agung menambahkan, bahwa permasalahan utama ATS adalah terkait dengan faktor ekonomi, yaitu kemiskinan yang menjadi salah satu isu strategis di Kabupaten Pemalang. Kemudian, ATS juga sangat erat kaitannya dengan isu anak, seperti anak dengan disabilitas, anak yang bekerja, anak terlantar, anak jalanan, perkawinan usia dini, serta anak yang berhadapan dengan hukum.
“Anak Tidak Sekolah dipastikan ada di setiap Desa atau Kelurahan. Jika permasalahan ini tidak tertangani, maka dampaknya akan menambah beban bagi kita semua,” Ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya berharap dalam penanganan ATS dibutuhkan keterlibatan dari seluruh unsur pemangku kepentingan, yaitu, pemerintah, swasta, bisnis, BUMN [Badan Usaha Milik Negara] dan BUMD [Badan Usaha Milik Daerah], perguruan tinggi, akademisi, komunitas dan juga masyarakat serta media massa.
Sedangkan untuk mendukung program tersebut, pihaknya telah menerbitkan Perbup [Peraturan Bupati] Nomor 40/2021, tentang Rintisan Penuntasan Pendidikan 12 Tahun di Kabupaten Pemalang. Dengan berdasarkan perbup tersebut, pemerintah Kabupaten Pemalang telah mencanangkan gerakan “Njuh Sekolah Maning”, yang bertujuan memastikan anak-anak Kabupaten Pemalang yang berusia 7-18 tahun harus bersekolah.
“Mari kita bantu mereka dengan memberikan dukungan dan motivasi melalui beasiswa atau bantuan biaya pendidikan agar mereka dapat kembali bersekolah. Gerakan ini, diharapkan dapat menjadi solusi untuk menuntaskan penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pemalang,” Himbau Agung dihadapan Forkopimda [Forum Komunikasi Pimpinan Daerah], pimpinan BUMD, Organisasi Profesi dan steakholder lainnya.
Selain mencanangkan gerakan “Njuh Sekolah Maning”, Bupati yang menjabat baru sebelas bulan tersebut, juga melaunching buku karyanya sendiri, yaitu, “Hidup Bahagia, Jangan di Tunda”, pahami, jalani, syukuri dan nikmati.
Kegiatan ini, dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas SDM [Sumber Daya Manusia] masyarakat Kabupaten Pemalang, yaitu guna terwujudnya masyarakat yang cerdas dan berkarakter.
“Saya berupaya menambah referensi bahan bacaan atau literasi masyarakat lewat buku yang saya tulis yaitu “Hidup Bahagia, Jangan di Tunda”, pahami, jalani, syukuri dan nikmati,” Tuturnya.
Agung mengatakan buku ini menjelaskan tentang konsep bagaimana menjalani hidup yang bahagia. “Beberapa topik dari buku ini berisi tentang cara memotivasi dan menginspirasi diri, agar kita semua mampu menjalani kehidupan dengan penuh kebahagiaan,” Sambung Agung.
Selain itu, topik dalam buku tersebut antara lain, Hidup Itu Urip Lan Urub, Awali Dengan Mimpi, Waktu Tak Mau Menunggu, Mindset Itu Aset, Berani Atau Berhenti, Tingkatkan Kemampuan Bukan Hanya Kemauan, Optimis Namun Realistis, Motivasi Sumber Energi, Ditemani Tantangan, Hilangkan Kata Menyerah, Bersyukur Jangan Kufur, dan yang terakhir Semua Adalah Pemenang dan Pemimpin.
“Besar harapan saya buku ini, dapat memberikan inspirasi-inspirasi positif yang membuat hidup kita lebih bahagia, sejahtera, produktif dan berkualitas. Sehingga kedepan, warga masyarakat Pemalang dapat memiliki karakter diri yang tangguh, optimis serta pantang menyerah dalam menggapai cita- citanya,” Harap orang nomor satu di Pemalang. [SatriyoAdie\IkpPml]

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.